Jika pemimpin atau seorang kepala memberi kita materi saja kita turuti perintahnya, lantaran kita merasa ada imbalan yang kita dapat. Sedangkan Allah SWT telah memberi kita lebih dari sekedar materi, lalu kenapa kita lebih mentaatinya dari pada Allah SWT? Bukankah manusia hanya bisa memberi dan tidak bisa menjamin kelangsungan, ketentraman hidup, terlebih setelah mati kelak?? Lalu kenapa harus menunda memakai jilbab. Adakah kehinaan dengan berjilbab? Justru malah semakin mulia dan terhormat?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :“Hendaklah mereka menutupkan kain tudung(jilbab) ke dada mereka” [QS An-Nur (24):31].
Mungkin terasa lebih senang tanpa berjilbab karena lebih menarik, namun jika semu dan bisa menarik diri tersiksa di akhirat yang kekal, untuk apa gunanya??.
Allah Ta'ala berfirman :
“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mukmin: 39).
Rasulullah bersabda, “Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
