Hijab Syar’i Itulah Pelindungmu
Keutamaan
hijab
Saudariku, di balik kewajiban berhijab bagi
wanita sungguh terdapat berbagai hikmah, keutamaan, dan manfaat yang besar bagi
kita yaitu:
1. Menjaga kehormatan
2. Membersihkan hati
ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati
mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)
3. Menampakkan akhlak mulia
4. Tanda kesucian dan kemuliaan
ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ
”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al
Ahzab: 59)
5. Mencegah keinginan dan kesenangan
syaithaniyah (sebagaimana perbuatan setan)
6. Menjaga rasa malu
7. Menghalangi masuknya pengaruh tabarruj
(menampakkan anggota tubuh dan perhiasannya), sufur (menampakkan (kecantikan)
wajahnya), dan ikhtilath (bercampur-baur antara laki-laki dan wanita yang bukan
mahram) pada masyarakat Islam.
8. Hijab merupakan benteng untuk melawan
zina dan gaya hidup bebas (boleh berbuat sekehendaknya)
9. Hijab adalah penutup aurat wanita, dan
ini merupakan bentuk ketaqwaan kepada Allah.
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاساً يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشاً وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu
pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian
takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al
A’raf: 26)
10. Menjaga ghirah (rasa cemburu).
Syarat-syarat hijab syar’i
1. Menutupi seluruh tubuh selain yang
dikecualikan (yaitu wajah dan telapak tangan menurut pendapat yang
terkuat, insyaallah,
sedangkan menutupinya lebih utama.)
Hal ini telah jelas disebutkan dalam QS. An Nur
ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59.
2. Bukan sebagai perhiasan
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya”
Secara umum ayat ini juga mencakup pakaian yang biasa
terlihat jika dihiasi dengan sesuatu yang menyebabkan para laki-laki memandang
ke arahnya. Hal ini juga dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzab: 33)
3. Harus tebal, tidak tipis
Pakaian yang tipis tidak mungkin akan dapat menutupi tubuh
dengan sempurna, sebab tubuh masih terlihat, bahkan hanya akan semakin
menimbulkan fitnah dan godaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سيكون في آخر أمتي نساء كاسيات عاريات على رؤوسهن كأسنمة البخت العنوهن فإنهن ملعونات
“Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang
berpakaina tetapi telanjang. Di atas kepala mereka terdapat seperti punuk unta.
Laknatlah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang
terlaknat.”
Dalam hadits lain terdapat tambahan:
لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها لتوجد من مسيرة كذا وكذا
“Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan
baunya, padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang mengenakan
pakaian yang tipis, yang mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak
dapat menutupi tubuhnya.
4. Harus longgar, tidak sempit
Meskipun pakaian itu tebal, tetapi jika ketat maka masih
dapat menggambarkan lekuk tubuhnya. Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan
sebuah baju Qibthiyah yang tebal kepada Usamah bin Zaid, kemudian Usamah
memakaikan baju itu pada istrinya. Maka tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahuinya,
beliau memerintahkan Usamah untuk menyuruh istrinya mengenakan baju dalam di
balik baju Qibthiyah itu karena beliau khawatir baju itu masih bisa
menggambarkan bentuk tulangnya. (HR. HR. Ahmad dalam Musnadnya, Thabrani dalam
Al-Kabir, Al-Bazzar dalam Musnadnya, dan Baihaqi dalam Al-Kubro).
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا خرجت إحداكن إلى المسجد فلا تقربن طيبا
“Jika salah seorang di antara kalian (para wanita) keluar
menuju masjid, maka janganlah kalian mendekatinya dengan memakai wewangian.” (HR. Muslim)
Jika pergi ke masjid saja tidak boleh memakai
parfum, tentu terlebih lagi jika pergi ke luar rumah selain ke masjid.
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, beliau berkata,
لعن رسول الله المتشبهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pria yang
menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai pria.” (HR. Al-Bukhari (X: 274))
7. Tidak menyerupai pakaian wanita
kafir
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
ومن تشبه بقوم فهو منهم
“..dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk
golongan mereka.” (HR. Ahmad no. 5114, 5115, dan 5667)
8. Bukan sebagai pakaian untuk
mencari popularitas
من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه نارا
”Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari
popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada
hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
Pakaian syuhroh adalah
setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk mendapatkan popularitas di
tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai dengan
tujuan berbangga-bangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang
bernilai rendah yang dipakai seorang untuk menunjukkan kezuhudannya dan riya’.
Komitmenlah dengan hijab
Wahai Saudariku, pakailah hijab syar’i dan istiqamahlah
dengan hijab itu, niscaya engkau akan terjaga dari fitnah. Dengan berhijab maka
pahala untukmu akan mengalir sepanjang hari, tetapi jika engkau tidak berhijab
di depan non-mahram maka aliran dosalah yang akan engkau dapatkan. Sungguh,
lebih baik merasa kepanasan di dunia karena berhijab dari pada kepanasan di
neraka karena melepas hijab. Jangan engkau pedulikan omongan jelek orang
tentang hijab syar’imu. Tidak usah kau turuti para feminis yang
mengagung-agungkan kebebasan dengan melepas hijab. Justru kebebasan itu hanya
bisa kau dapatkan dengan hijab sehingga engkau akan terbebas dari pandangan
liar mata keranjang dan fitnah yang merajalela. Jangan engkau termakan
syubhat-syubhat seputar hijab. Yakinlah bahwa hijab adalah kewajiban dari Allah
untuk seluruh muslimah di manapun dia berada dan hijab itu hanyalah
mendatangkan kebaikan untukmu. Pegang kuat-kuat prinsip ini, buang jauh-jauh
hawa nafsu dan syubhat-syubhat yang menerpamu. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka
bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain
hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta
(terhadap Allah).” (QS.
Al-An’am: 116)
وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً
“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang
mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari
kebenaran).” (QS. An-Nisa’: 27)
Semoga Allah memberikan hidayah dan keistiqamahan
kepada kita untuk berhijab sesuai syari’at.
0 komentar:
Posting Komentar